Jumaat, 27 November 2009

Muhasabah rumahtangga kita

Menghadapi suatu rutin dalam waktu yang panjang membuat hati manusia itu menjadi lelah. Hal ini munkin dialami oleh seorang muslimah yang bergelar isteri, seorang ibu rumah tangga, seorang pendidik anak. Bagaimana menyerap kelelahan tersebut ?

Rasa lelah, siapapun mungkin pernah mengalaminya. Apakah itu lelah dalam berjalan jauh, bekerja, belajar, sampai lelah dalam men-jalankan tugas dalam rumah tangga.

Rumah tangga dapat dikatakan sebagai organisasi terkecil. Dalam rumah tangga, seorang suami mempunyai kedudukan sebagai qawwam (pemimpin). Dialah yang memegang kendali semua fungsi pengurusan dalam rumah tangga-nya. Seberapa tinggi tingkat produktiviti orang-orang yang dipimpinnya, tergantung dari seberapa bijak seorang suami dalam memotivasi mereka.

Motivasi utama setiap muslim adalah bekerja untuk mencari ridha Allah swt. Termasuk didalamnya kerja dalam sebuah rumah tangga Islam. Kerja suami untuk mencari nafkah adalah sarana baginya untuk mencapai ridha Allah. Demikian pula kerja isteri dirumah dalam membina rumah tangga dan mendidik anak-anak. Semuanya itu tidak lain adalah sarana bagi seorang isteri untuk mencapai ridha Allah.

Namun tidak jarang terjadi, kelelahan fizikal dalam melakukan tugas rumah tangga, menurunnya tahap iman dapat membuat seorang isteri lupa akan komitmennya semula, mencari ridha Allah. Disini-lah suami diharapkan peka dan berperanan dalam mengatasi kesenja-ngan komitmen tersebut.

Allah berfirman : Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka ... (QS. 66:6 )

Keterbukaan antara suami dan isteri adalah hal yang sangat penting. Dengan keterbukaan, berbagai masalah yang ada dapat dikesan secara awal. Salah satunya yaitu dengan membicarakan masalah yang tengah dirasakan masing-masing. Hal yang dapat dilakukan suami dalam mengembalikan motivasi isterinya antara lain menasihatinya dengan kata-kata yang lembut, mengingatkannya dengan ayat-ayat Allah dan Sunnah Rasulullah.

Disamping itu suami juga diharapkan menyempatkan waktu untuk mendengarkan keluhan isteri serta masalahnya, bahkan jika mungkin membantu meringankan pekerjaannya, atau tidak menambah beban kerjanya.

Peneguhan adalah salah satu cara memotivasi yang penting, tapi sering dilupakan. Inti dari rein-forcement ini adalah penghargaan terhadap hasil kerja

Dalam mendidik para sahabat dan isteri-isteri beliau, Rasulullah selalu memberikan berita gembira sebagai penguatan positif dengan ayat-ayat Allah. Salah satu contoh berita gembira dalam Al-Quran adalah firman Allah : „Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (QS. 16:97)

Ungkapan rasa terima kasih atas layanan isteri, hadiah kecil yang bermanfaat adalah contoh reinforcement suami untuk isterinya. Pada asasnya suami meyakin-kan isterinya, bahwa apa yang dikerjakannya dirumah adalah sangat membantu kerjanya dan bukanlah sesuatu yang sia-sia, tetapi ada balasan yang lebih baik dari Allah kelak. Rasulullah saw sendiri memberi contoh bagaimana beliau memuji isterinya Khadijjah ra atas dukungannya terhadap Rasulullah.

Setiap muslim hendaknya selalu ingat, bahwa ketenangan hati sangat menentukan hasil kerja. Suami sebagai manager rumah tangga Islam diharapkan mampu memantau rasahati isteri yang akan menentukan kualiti kerjanya. Kasih sayang dan kebijaksanaan suami adalah sentuhan yang dapat mengantarkan seorang isteri untuk memberikan yang terbaik bagi keluarganya. Dan itu berarti prestasi suami sebagai penjaga keluarga dari api neraka akan dicatat dengan indah. Insya Allah. 

Tiada ulasan:

Catat Ulasan